Posterous theme by Cory Watilo

#15hariNgeblogFF : Tentangmu yang selalu manis | @WangiMS @momo_DM

Kamu selalu datang 15 menit sebelum aku datang.


Kamu selalu menyiapkan bunga di meja kerjaku setiap hari.


Kamu selalu membuat hari-hariku ceria dengan celetukanmu yang kadang-kadang garing.


Kamu selalu menganggap aku ini perempuan paling cantik di seluruh dunia.


Kamu selalu siap menungguku saat aku lembur.


Kamu selalu punya alasan kuat untuk membuatku tinggal di kantor ini walaupun aku sudah bosan.


Dan yang terpenting kamu selalu memberikan senyuman paling tulus dan manis untukku ketika kita bertemu.


Kamu, ya kamu ... Kenapa sekarang kamu pergi ?


Oh aku belum siap kehilangan kamu, Sayuti


Kamu OB terbaik yang pernah ada di kantor ini, seandainya saja bos besar tidak memberikanmu beasiswa untuk kuliah lagi ....
Setidaknya alasanku tidak sekuat itu untuk bekerja di kantor ini ...
I'm leaving for you ...
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15hariNgeblogFF : Senyum untukmu yang lucu | @WangiMS @momo_DM

Laksmi menundukkan wajahnya, ia tidak ingin orang melihat kegalauan hatinya. Kedua orang tuanya mendampingi di sisi kanan dan kirinya. Ia tau ia tak akan bisa lari dari tempat tersebut. Ia pasrah.

"Laksmi, perlihatkan wajahmu, nduk, jangan menunduk terus seperti itu. Malu dilihat orang" bisik Ibu Laksmi di telinga kirinya. Laksmi tak bergeming, ia masih saja menunduk. "Laksmi, jangan menunduk, ia ingin melihatmu!" kali ini Ayahnya yang memperingatkannya, beliau melakukannya sambil meremas lengan Laksmi kuat, hingga Laksmi sedikit kesakitan. Pada akhirnya Laksmi harus menyerah, ia menaikkan wajahnya. Ia memandang satu per satu wajah orang-orang yang ada di seberangnya. Pandangannya terhenti pada sosok laki-laki tampan yang ada di depannya persis, laki-laki yang mungkin seumuran dengannya. Akhirnya, Laksmi tersenyum, malu-malu. Dalam hati ia berkata, "Ini senyum untuk kamu yang lucu di seberang sana..."

Namun senyum Laksmi memudar saat ayahnya mengatakan, "Nduk, hari ini Pak Joyo akan melamar kamu. Dia bawa semua keluarganya hari ini, bahkan anak-anaknya pun sudah setuju kamu jadi pendamping baru ayah mereka. Kamu langsung terima ya, Nduk. Demi masa depanmu"

Laksmi memandang ke depan, laki-laki yang persis ada di seberangnya tersebut tersenyum melihat Laksmi, senyum tulus seorang anak yang merelakan ayahnya untuk mendapat pendamping pengganti ibunya. Laksmipun menunduk lagi. Pasrah. Ia akan dilamar oleh Pak Joyo.
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15hariNgeblogFF : Jadilah milikku, mau? | @WangiMS @momo_DM

Maaf, telat mengumpulkan cerita, keasyikan nonton dorama korea #heleh :p

---------------------------

Ella melihat sepatu yang ia cari tertumpuk diantara barang-barangnya. Sepatu itu terlihat sempurna saat ia berhasil membersihkannya.

Ia peluk sepatu itu erat hingga ia hampir saja merusaknya.

Ooops... Katanya dalam hati.

Ella berbalik dan melihat teman-temannya telah berkumpul di belakangnya.

"Aku menemukannya" kata Ella pada teman-temannya dan menyunggingkan senyum terbaiknya.

"Baiklah, Ella, segera pergi temui dia. Ia ada di teras rumah saat ini" kata salah satu teman Ella.

Ella mengangguk dan melangkahkan kakinya ke arah teras rumahnya.

Ella melihatnya, sosok laki-laki yang katanya akan segera meminangnya jika ia menemukan sepatu yang diinginkan.

"Ini dia, ini pasangannya." kata Ella sembari menyodorkan sepatu yang baru saja ia temukan.

"Oh jadi kau lah yang ada di pesta dansa beberapa hari yang lalu" kata laki-laki tersebut.

Ella mengangguk mantap, laki-laki itupun senang karena harapannya bertemu wanita idaman terwujud. Ia mengeluarkan sepatu yang ia simpan di dalam kotak yang ia bawa dan menyodorkannya pada Ella.

"Ini sepatunya. Lalu ... Hmmm, jadilah milikku, Ella, kau mau kan?"

Ella menyunggingkan senyum, bukan, bukan pada lelaki itu, namun pada sepatu yang dibawa lelaki itu.

Seketika Ella merebut sepatu di dalam kotak tersebut dan kemudian mengenakannya. Begitu juga pasangannya yang ia pegang sedari tadi.

"Ah, pas!" Kata Ella bahagia.

"Iya, pas" kata lelaki itu, "Jadi apa jawabanmu?"

Ella mengernyit pada lelaki itu, "Apa tadi yang kau tanyakan? Aku menjadi milikmu?"

Lelaki itu mengangguk, menunggu kepastian.

"Maaf, tapi aku sudah menjadi istri Pangeran. Terima kasih kau sudah menemukan sepatu kacaku, aku menghilangkannya saat pesta dansa kemarin, kau tau kadang-kadang Ibu mertuaku sangat iseng menyembunyikan sepatuku. Kabarnya dia tidak suka aku menikah dengan pangeran. Ah ya sudahlah, selamat menemukan wanita idamanmu ya"

Ella-pun bernyanyi bahagia masuk ke dalam istana menemui teman-teman binatangnya, meninggalkan laki-laki itu dengan harapan kosong.
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15hariNgeblogFF : Aku maunya kamu, titik | @WangiMS @momo_DM

"Sudahlah, Rey, apa bedanya aku dibanding dia?"


Aku hanya melirik laki-laki di depanku saat berkata seperti itu. Setelah itu memandang laki-laki yang sedang duduk di pojok ruangan yang juga sedang memandang laki-laki yang ada di hadapanku.

"Rey, lihat aku! Jangan lihat orang lain, lihat aku! Jangan hanya karena kamu pikir kamu sudah pergi selama 5 tahun dariku kamu bisa begitu saja menghilang dari aku. Ooh, tidak bisa, kamu tidak akan bisa lepas dari aku!"

"Oh ya? Kenapa?" Tanyaku sembari meletakkan kertas yang kubawa dari tadi di meja yang ada di sebelahku. Laki-laki di depanku seperti berpikir sejenak saat akan menjawab pertanyaanku.

"Aku ... Aku ..."

"Kenapa, Dani, kenapa aku nggak bisa lepas dari kamu?" Tantangku lagi.

"Karena dalam hidup ini, kamu yang terpenting, kamu adalah dewiku, hidupku, aku tidak akan mampu hidup tanpa kamu. Aku cuma ingin kamu, harus kamu. Aku maunya kamu, Reyna, titik!"

Aku tersenyum dan mengangguk anggukan kepalaku.

"Oke" kataku mantap.

"Oke?"

"Oke, kamu lulus audisi, saya suka akting kamu. Besok kamu datang lagi ke sini jam 11, oke Dani?"

Laki-laki di depanku menyunggingkan senyum terbaiknya dan akhirnya keluar dari ruangan audisi. Aku memberi instruksi pada laki-laki yang ada di pojok ruangan.

"Next!" teriak laki-laki itu.
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15hariNgeblogFF : Kamu manis, kataku | @WangiMS

Raisya mengambil gaun hitam dari lemari pakaiannya, yang baru saja ia beli seminggu yang lalu, khusus untuk acara hari ini.

Ia memasangkan gaun tersebut di tubuhnya dan kemudian berputar-putar di depan cermin seluruh tubuhnya. Ia merasa dirinya akan cantik saat benar-benar mengenakannya malam nanti. Pasti.

Ponsel di atas ranjang Raisya berbunyi, suara bbm masuk. Dari Andina, teman satu kelasnya.

Andina : Sya, ternyata dress code prom night malam nanti warna pink, bukan hitam.

Glek!
Hati Raisya mencelos, ia sudah membeli gaun tersebut dengan uang tabungannya dan ternyata ia tidak bisa menggunakannya !?

Raisya melempar gaun tersebut ke atas ranjang dengan kasar dan kemudian terkulai di lantai. Ia menghela nafas, memutar otaknya bagaimana caranya ia bisa mendapatkan gaun warna pink saat ini.

Sampai akhirnya, "Kaaaak Raniii, pinjem gaun fuchsia baru kakaaak..."

Raisya keluar dari kamarnya dan mencari kakaknya.

* * * *

Raisya keluar dari taxi yang membawanya ke hall tempat pesta prom berlangsung. Ia tampak berbeda ... Ya berbeda dibanding teman-temannya.

Ternyata, Andina, teman yang mengiriminya bbm telah membohonginya. Di saat teman-temannya menggunakan pakaian dan gaun-gaun hitam, ia nampak menonjol dengan gaun fuchsia pinjaman kakaknya.

Pipi Raisya memanas, ingin sekali ia kembali ke dalam taxi lalu pulang. Namun saat ia berbalik laki-laki itu, laki-laki yang ia harap menjadi pasangan promnya malam ini tidak sengaja melihatnya dan langsung menghampirinya.

"Raisya, kamuu..."

"Ya, aku salah kostum, Andina menipuku" kata Raisya sambil menggigit bibir bagian bawahnya. Ia baru sadar bahwa Andina memang ingin merebut laki-laki yang ada di depannya dari Raisya.

"Lalu?"

"Aku sebaiknya pulang dan tidak usah mengikuti pesta prom"

"Kamu seperti lolipop, Sya" kata laki-laki tersebut sambil tersenyum. Bukan senyuman menghina, lebih kepada menikmatinya.

"Maksudnya?"

"Kamu manis, kataku, seperti lolipop dan aku suka lolipop" kata laki-laki tersebut sambil mencolek hidung betet Raisya.

Mau tidak mau Raisya mengulum senyum, hatinya bahagia, ia tidak dianggap aneh.

Laki-laki itu menggandeng tangan Raisya masuk ke dalam gedung, sekelebatan Raisya melihat Andina di kerumunan teman-temannya yang menatap iri padanya.

Dalam hati Raisya berkata, "Andina, kamu tau? Aku manis, katanya"
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15HariNgeblogFF : Dag Dig Dug! | cc: @WangiMS

Ya ampun, perasaanku nggak karuan, aku tidak pernah merasa setegang ini. Dari awal melihatnya dia sudah mencuri hatiku. Semacam kancing yang masuk ke dalam lubangnya, it fit. Satria, sahabatku bilang, dia tidak sepadan denganku, hi end, levelnya terlalu tinggi. Tapi aku tidak peduli, aku jatuh cinta sejak pandangan pertama. Dan tak seorangpun, meskipun itu sahabatku bisa mengambil impian itu dariku. Dag dig dug! Aku mendekatinya, berdeham, menyiapkan suaraku yang paling merdu. Kau tau, seperti penyanyi yang melakukan check sound terlebih dahulu. Saat di depannya, aku berkata,
"Nona?"
Ia menjawab, "Ya?"
"Hmmm... Berapa harga notebook itu?"
Perempuan itu menunjukkan list harganya padaku dan seperti yang bisa ditebak Satria, aku patah hati, karena harganya lebih dari gajiku selama setahun.

Tapi dag dig dug ini belum hilang, sial! Aku masih mengharapkannya.
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^

#15HariNgeblogFF : Hallo, siapa namamu? | cc: @WangiMS

"Hallo, siapa namamu?"
"Apa-apaan kamu, Rian, tentu saja kamu mengenalku. Buka matamu!"
"Oh ya ampun, iya, aku minta maaf, aku selalu benci pagi, membuatku tak sadar akan sekitar"
"Buka matamu, Rian!"
"Tapi aku membenci pagi"
"Membenci pagi bukan alasan kau tidak membuka matamu, tatap aku, ayo Rian buka matamu dan tatap aku!"
"Oh, ternyata kamu sama mengantuknya seperti aku"
"Tidak, penampilanku tidak seperti jiwaku dan aku bukan kamu, aku hanya bayanganmu"
"Apa maksudmu? Kau... Bayanganku?"
"Sudah kubilang, buka matamu dan tatap aku, ambil gayung berisi air itu dan siramkan padamu, cepat!"
"Ap .." Byuuur, "aaaaaa!."

"Riaaan, kenapaaa !?"
Suara teriakan perempuan di luar kamar mandi terdengar sangat khawatir.
Rian membelalakkan matanya dan menatap cermin, hei, laki-laki di dalam cermin itu sudah diam, dia tidak mengoceh lagi dan lagi. Ia hanya menatap balik kepada Rian yang basah kuyup dengan baju tidurnya yang lengkap. Kemudian Rian mengerjap-ngerjapkan matanya, memandang sekitar kamar mandi,
"Jadi, tadi siapa nama laki-laki itu ya?"

Ya, Rian mungkin masih di alam mimpi.
-------------------------------------------
Sent from my Black Shiny Curve ^_^